News

Mengenal Sejarah Jakarta dengan Berwisata di Kota Tua

Kota Jakarta mungkin tidak memiliki banyak destinasi wisata alam seperti provinsi lainnya, namun untuk wisata sejarah kota ini memiliki banyak tempat yang dapat Anda kunjungi untuk mempelajari sejarah Indonesia. Banyak museum dan tugu-tugu peringatan yang dahulu menjadi saksi bisu sejarah perjuangan bangsa Indonesia di kota ini yang sejak zaman penjajahan menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan. Sebagai kota yang dahulu merupakan pusat perdagangan dan saat ini menjadi ibukota negara tentu kota Jakarta memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan memiliki banyak cerita yang dapat disampaikan dengan banguinan-bangunan bersejarah yang masih ada di kota ini. Salah satu daerah yang dapat Anda kunjungi untuk melakukan wisata sejarah dengan sewa bus pariwisata di Jakarta Timur adalah Kota Tua yang terletak di Jakarta Barat.

Museum Sejarah Jakarta

Museum sejarah Jakarta yang lebih terkenal dengan nama museum Fatahillah tidak hanya menyimpan sejarah lengkap kota Jakarta namun juga menjadi bagian dari sejarah itu sendiri. Terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, bangunan yang berdiri diatas tanah dengan luas 1.300 m2 ini pada awalnya digunakan sebagai balai kota atau Stadhuis van Batavia. Dengan gaya bangunan neo klasik, bangunan ini terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian barat dan timur, kantor, ruang pengadilan dan ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai penjara. Stadhuis van Batavia pernah beberapa kali mengalami perubahan fungsi dari kantor pemerintahan Jawa Barat pada 1925 sampai 1942 lalu berubah menjadi kantor pengumpulan logistik pada masa penjajahan jepang tahun 1942 hingga 1945 kemudian di masa kemerdekaan menjadi markas komando militer Jakarta Barat pada 1952 sampai 1968. Kemudian diberikan kewenangannya oleh Pemda DKI pada 1968 lalu berubah nama menjadi Museum Sejarah Jakarta setelah diresmikan oleh gubernur Jakarta, Ali Sadikin pada 30 Maret 1974.

Museum Sejarah Jakarta  Museum Sejarah Jakarta

Sesuai dengan namanya, Museum Sejarah Jakarta memiliki berbagai barang koleksi peninggalan sejarah Batavia, dari zaman prasejarah hingga masa kemerdekaan. Koleksi ini mencapai jumlah 23.500 barang yang dipamerkan secara berkala. Untuk satu periode barang-barang bersejarah yang dipamerkan di museum Fatahillah berjumlah sekitar 500 buah saja dan sisanya berada dalam ruang penyimpanan. Lalu pameran koleksi benda-benda sejarah ini akan dirotasi sehingga masyarakat dapat melihat seluruh koleksi. Namun ada beberapa koleksi penting yang dapat dilihat kapan saja oleh pengunjung yaitu Meriam si Jagur, Prasasti Ciaruteun, sel tahanan Untung Suropati dan Pangerang Diponegor serta koleksi mebel antikdari  abad 17-19.

Museum Wayang

Terletak tidak jauh dari Museum Sejarah Jakarta, museum yang satu ini didedikasikan untuk dunia perwayangan Jawa. Di Museum Wayang, pengunjung akan dapat mempelajari berbagai karakter lakon wayang yang tersebar di seluruh Indonesia seperti wayang kulit, topeng wayang, wayang beber, wayang kaca, wayang golek dan lainnya. Yang menarik dari museum ini, Anda tidak hanya akan melilah koleksi wayang dari Indonesia saja karena koleksi-koleksi wayang dari negara lain seperti India, Vietna, Cina, Thailand, Malaysia, Kamboja, Rusia, Perancis hingga Polandia ada di museum ini.

Museum Wayang   Museum Wayang 

Museum wayang hadir tidak hanya menjadi tempat reksreasi yang menghibur namun dapat menjadi pusat penelitian mengenai wayang dan hubungan kultural antar bangsa. Tidak hanya menampilkan koleksi-koleksinya, museum ini juga secara berkala menggelar pagelaran wayang, perubahan tata pamer juga atraksi pembuatan wayang untuk menarik minat pengunjung.

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum yang satu ini terletak masih dalam satu kawasan dengan museum Fatahillah dan museum wayang. Berdasarkan lokasi ini maka museum seni rupa dan keramik memiliki sejarah panjang sebelum menjadi museum seperti sekarang ini. Dibangun pada tahun 1870, pada awalnya fungsi bangunan ini adalah Lembaga Peradilan tertinggi Belanda. Lalu ketika masa penjajahan jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia gedung ini menjadi asrama militer. Diresmikan oleh Ali Sadikin yang saat itu menjadi gubernur Jakarta menjadi museum keramik pada tahun 1977, kemudian berubah nama menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik pada tahun 1990.

Museum Seni Rupa dan Keramik  Museum Seni Rupa dan Keramik 

Untuk koleksi lukisan yang berada di dalam museum ini banyak diantaranya merupakan karya seniman dan perupa Indonesia yang banyak dikenal dunia seperti Raden Saleh, Affandi dan Hendra Gunawan. Koleksi patung yang dipamerkan museum ini sangat beragam dan beberapa yang terkenal merupakan karya seniman G. Shidarta dan Oesman Effendi. Sedangkan koleksi keramik yang ada di museum ini tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga China, Thailand, Jepang bahkan Eropa.

Ketiga museum tersebut masih berada dalam satu lingkungan wisata Kota Tua sehingga Anda dapat mengunjungi museum-museum tersebut dengan berjalan kaki setelah berada dalam kawasan tersebut. Harga tiket masuk museum-museum lebih murah jika Anda datang dengan rombonga, oleh karena itu sangat disarankan untuk mengunjungi museum tersebut dengan sewa bus pariwisata di Jakarta yang tentu akan menjadi pilihan transportasi rombongan terbaik yang murah serta aman.