Cara Menata Interior Warung Kopi Minimalis
BLog

3 Cara Menata Interior Warung Kopi Minimalis yang Menguntungkan

Warung kopi identik dengan kehidupan para lelaki dewasa dalam melewatkan hari sengganggnya. Warung kopi bahkan sudah ada sejak tahun 1400 di daerah Arab terutama di Kota Mekkah dan Madinah. Kedai-kedai kopi saat itu ramai dikunjungi sebagai pengganti kedai minuman beralkohol dan arak yang memang dilarang. Begitu populernya kedai kopi hingga menjadi tradisi masyarakat madani di daerah Arab dan sekitarnya. Masyarakat kemudian mengusung kedai kopi ini ke seluruh wilayah Arab hingga ke Yordania dan Mesir. Menyusul berakhirnya Perang Salib, masyarakat Eropa menjadikan kedai kopi sebagai tempat berkumpul dan bersenang-senang di seluruh daratan Eropa. Tentu saja interior warung kopi saat itu mengikuti zamannya yang berupa meja-meja panjang dan interior alakadarnya.

Kini kedai kopi bisa menjadi bagian hidup dari masyarakat dunia, baik di pedesaan maupun di kota-kota besar. Kedai kopi menjadi pilihan bukan semata-mata tempat berkumpul dan mengisi waktu senggang, melainkan karena cita rasa tinggi yang dihasilkan dari kopi itu. Penting dipahamai, cara meracik kopi sangat berpengaruh terhadap rasa kopi yang disruput. Oleh karena tidak semua orang bisa meracik kopi dengan baik, masyarakat umumnya mencari kedai kopi untuk mendapatkan cita rasa kopi yang terlezat hingga ke ujung perut. Animo masyarakat yang terus berkembang tentang aroma dan cita rasa kopi inilah yang mendorong banyak kalangan membuka kedai kopi hingga ke sudut-sudut gang. Diperlukan sentuhan khusus untuk menata interior untuk warung kopi agar diminati masyarakat terutama kalangan anak muda.

Cara Menata Interior Warung Kopi Minimalis yang Menguntungkan

Cara Menata Interior Warung Kopi Minimalis

Persaingan dalam bisnis kedai kopi seringkali membuat langkah-langkah yang kurang tepat bahkan menjurus ke anomali dalam menata interiornya. Kebanyakan interior  untuk warung kopi dibuat ala gudang atau teras rumah sederhana yang membuat pengunjung merasa jengah dan tidak nyaman. Belum lagi obrolan antar teman dapat didengar oleh orang lain yang sebenarnya privasi. Kondisi di luar perhitungan inilah yang kerap membuat warung kopi semakin lama semakin sepi ditinggal pengunjung. Diperlukan interior warung kopi kekinian yang membuat pengunjung merasa rindu mengunjungi kembali. Begini caranya!!

1. Menyatu dengan Alam

Usahakan interior menyatu dengan alam atau se-natural mungkin. Gunakan ornamen yang diambil langsung dari alam, misalnya batu kali yang disusun di beberpa sudut, atau ranting-ranting kering dalam sebuah pot. Hindari dinding yang terkesan dingin dan gelap, sebab dinding seperti ini mengingatkan kepada suasana gudang atau penjara bawah tanah. Hiasi dinding dengan gambar natural yang memberi kesan kebebasan dan kemakmuran. Pilih meja kursi kayu dengan tekstur kasar untuk menciptakan alam terbuka. Biarkan pengunjung menikmati imajinasinya sendiri.

Baca Juga : Jenis Bisnis Untuk Pemula Bermodal Kecil

2. Pencahayaan

Hindari pencahyaan yang terlalu terang atau terlalu gelap. Pencahayaan yang terlalu terang sama halnya dengan mengusir pengunjung tersebut. Karena pengunjung merasa sangat tidak nyaman dengan cahaya yang terlalu terang pada suasana santai. Sementara cahaya yang terlalu sedikit dapat menciptakan efek fobia kepada pengunjung. Pengunjung seperti ditakut-takuti oleh keadaan. Gunakan pencahayaan yang memadai tetapi tidak terlalu terang. Warna cahaya kuning dapat membuat suasana semakin eksotis seperti warna sunset, sehingga menambah kesan akrab pada interior warung kopi.

3. Meja dan Lantai

Gunakan meja dan kursi berbahan kayu dengan garis tekstur yang kuat untuk memberi kesan natural dan terbuka. Atur meja kursi sedemikian rupa menyerupai cafe dengan pencahyaan cukup untuk setiap meja. Jangan satukan kursi seperti layaknya bangku di warteg, sebab hal ini akan mengganggu privasi. Gunakan pula lantai bermotif kayu untuk menyatukan seluruh gagasan natural ini agar benar-benar berpadu dan seirama.