News

3 Tahapan Penting Dalam Mengagak-agakkan Projek Konstruksi

Projek Konstruksi

Saat bermimpi ingin membangun rumah, kantor, hotel, dan bangunan yang lain lain, pasti hal yang pertama-tama perlu dibuat adalah perencanaan proyek kontruksi. Tujuannya tak lain adalah supaya dapat mencapai tujuan secara tepat dan efisien. Selain itu, ditujukan juga agar sumber daya dan material bangunan bisa digunakan semaksimal kiranya demi menciptakan bangunan yang kuat dan kokoh.

 

Bagaimana Tahapan Dalam Merencanakan Projek Konstruksi Bangunan?

Pada dasarnya, membuat perencanaan projek tata hanya sekedar mempertimbangkan bagaimana cara membangun elemen terpenting dalam bangunan seperti pondasi yang kuat dan pula pelaksanaan yang sesuai secara target. Tetapi, dibalik itu ada beberapa faktor berarti yang perlu diperhatikan sebab dapat mempengaruhi keseimbangan penggunaan peralatan, sumber daya, biaya, dan waktu. Berikut beberapa tahapan yang perlu dilakukan untuk mewujudkan perencanaan projek konstruksi yang baik & benar.

1. Tahap Perancangan

Pada tahap ini, biasanya jasa kontraktor bangunan Jakarta mulai membuat desain / rancangan gambar serta rekapitulas – perhitungan yang kian detail. Adapun, perhitungan tersebut pada umumnya didasarkan bagi kondisi lapangan seperti privat tanah pada lahan yang akan dibangun estimasi biaya, dan perkiraan waktu pengerjaan konstruksi.

2. Tahap Kegiatan

Tahap pelaksanaan ini di umumnya dimulai dengan penggalian tanah untuk membuat pondasi. Namun sebelumnya kontraktor bangunan perlu melakukan pengurugan secara pasir dan tanah galian sesuai dengan gambar proyek yang telah dibuat pada tara perancangan. Untuk membangun pondasi sendiri, dapat dengan mempergunakan batu gunung berkualitas yang dipadukan dengan batu bata. Setelah itu, dilanjutkan secara membuat kerangka dan struktur bangunan.

3. Pengerjaan Instalasi Listrik

Satu diantara kompenen yang paling penting dalam unik bangunan adalah instalasi listrik. Namun, pengerjaan instalasi listrik tentunya harus bersesuaian secara regulasi yang berkaitan secara listrik dan berlaku pada Indonesia. Pada tahap tersebut, pekerjaan dilakukan dengan menggerakkan komponen listrik seperti sakelar, stop kontak, panel listrik, lampu, dan juga percobaan untuk memastikan instalasi listrik benar – benar menyala dengan sempurna. Selama ke-3 tahap ini dikerjakan, pemborong bangunan bertanggung jawab penuh bagi pekerjaan yang dilakukan. Bahkan ketika sudah selesai pun, mereka masih perlu melakukan pemeliharaan dan wajib mengganti material atau komponen yang tak berfungsi dalam bangunan yang telah dibuat.